Minangkabau = Minang + Kabau ?

Kawan,

sampai saat ini masih banyak yang menyangka bahwa Minangkabau itu adalah perpaduan 2 kata yaitu,
Minang
dan
Kabau (Kerbau)

Tidak!
Tidak, kawan
Itu salah besar…

Minangkabau
berasal dari kata
Mukmin Kof Nabawi,
yang berarti :
Orang mukmin yang berprilaku seperti Nabi (Muhammad SAW)

Karena itulah :
1. Yang namanya orang asli minang, tidak ada yang non muslim. Kalau ada, patut dipertanyakan tuch!
2. Sumber adat orang minang adalah (bagi orang minang, wajib hafal!) :
Adat basandi syarak,
Syarak basandi ka kitabullah,
Syarak mangato,
Adat mamakai.

Artinya,
Adat bersumber kepada Agama (Islam),
Islam bersumber kepada kitab Allah (Al Quran)
Agama (Islam) berkata
Adat menjalankan

So?
Marilah kita bersyukur..
Dilahirkan sebagai orang minang…
Yang gak minang jangan marah… ^_^

Dan,

Jangan mau dianggap kerbau lg ya…

^_^

sumber :
Workshop
Quran is myBest friend
“teman setia di kala suka dan duka”

Advertisements

Antara Wortel, Telur, dan Kopi

Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan menanyakan mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana menghadapinya dan hampir menyerah. Ia sudah lelah untuk berjuang. Sepertinya setiap kali satu masalah selesai, timbul masalah baru.

Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur. Ia mengisi 3 panci dengan air dan menaruhnya di atas api.

Setelah air di panci-panci tersebut mendidih. Ia menaruh wortel di dalam panci pertama, telur di panci kedua dan ia menaruh kopi bubuk di panci terakhir. Ia membiarkannya mendidih tanpa berkata-kata. Si anak membungkam dan menunggu dengan tidak sabar, memikirkan apa yang sedang dikerjakan sang ayah. Setelah 20 menit, sang ayah mematikan api.

Ia menyisihkan wortel dan menaruhnya di mangkuk, mengangkat telur dan meletakkannya di mangkuk yang lain, dan menuangkan kopi di mangkuk lainnya.

Lalu ia bertanya kepada anaknya, “Apa yang kau lihat, nak?””Wortel, telur, dan kopi” jawab si anak. Ayahnya mengajaknya mendekat dan memintanya merasakan wortel itu. Ia melakukannya dan merasakan bahwa wortel itu terasa lunak. Ayahnya lalu memintanya mengambil telur dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, ia mendapati sebuah telur rebus yang mengeras.

Terakhir, ayahnya memintanya untuk mencicipi kopi. Ia tersenyum ketika mencicipi kopi dengan aromanya yang khas. Setelah itu, si anak bertanya, “Apa arti semua ini, Ayah?”

Ayahnya menerangkan bahwa ketiganya telah menghadapi ‘kesulitan’ yang sama, melalui proses perebusan, tetapi masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeda.

Wortel sebelum direbus kuat, keras dan sukar dipatahkan. Tetapi setelah direbus, wortel menjadi lembut dan lunak. Telur sebelumnya mudah pecah. Cangkang tipisnya melindungi isinya yang berupa cairan. Tetapi setelah direbus, isinya menjadi keras. Bubuk kopi mengalami perubahan yang unik. Setelah berada di dalam rebusan air, bubuk kopi merubah air tersebut.

“Kamu termasuk yang mana?,” tanya ayahnya. “Ketika kesulitan mendatangimu, bagaimana kau menghadapinya? Apakah kamu wortel, telur atau kopi?” Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu adalah wortel yang kelihatannya keras, tapi dengan adanya penderitaan dan kesulitan, kamu menyerah, menjadi lunak dan kehilangan kekuatanmu.”

“Apakah kamu adalah telur, yang awalnya memiliki hati lembut? Dengan jiwa yang dinamis, namun setelah adanya kematian, patah hati, perceraian atau pemecatan maka hatimu menjadi keras dan kaku. Dari luar kelihatan sama, tetapi apakah kamu menjadi pahit dan keras dengan jiwa dan hati yang kaku?.”

“Ataukah kamu adalah bubuk kopi? Bubuk kopi merubah air panas, sesuatu yang menimbulkan kesakitan, untuk mencapai rasanya yang maksimal pada suhu 100 derajat Celcius. Ketika air mencapai suhu terpanas, kopi terasa semakin nikmat.”

“Jika kamu seperti bubuk kopi, ketika keadaan menjadi semakin buruk, kamu akan menjadi semakin baik dan membuat keadaan di sekitarmu juga membaik.”

“Ada raksasa dalam setiap orang dan tidak ada sesuatupun yang mampu menahan raksasa itu kecuali raksasa itu menahan dirinya sendiri”

sumber : .: dudung :.

Di-copas dari :

http://ekojuli.wordpress.com/2009/04/16/cerita-motivasi-kisah-wortel-telur-dan-kopi/

Laki-Laki Itu Adalah…

Laki-laki itu sederhana saja, kawan
dia tidak pernah bilang sayang padaku
tapi aku tahu
matanya selalu mengatakannya setiap hari

Laki-laki itu…
sosok yang sangat kucintai, kawan
dia tidak pernah menyuruhku jadi dokter
atau jadi wanita karir
atau jadi pramugari
atau yang lainnya…
tidak pernah, kawan
dia tidak pernah menyuruhku jadi apa yang ia inginkan
dia hanya bilang
“jangan tinggalkan subuh berjamaah di mesjid”
“jangan menyusahkan orang”
“jangan sombong”

sederhana saja bukan?
tapi itulah yang membuatnya
luar biasa bagiku…

Laki-laki itu, kawan..
yang dikirim Sang Pencipta
menjadi lentera
menjadi semangat
menjadi harapan
menjadi pengingat
menjadi cambuk
menjadi sumber cintaku
menjadi alasan aku hadir di dunia ini

Laki-laki itu adalah
Ayahku…

Percuma?

Kawan,
pernahkah kau merasa,

saat kau telah mencapai sesuatu yang telah kau usahakan dengan pengorbanan yang tidak mudah, namun semuanya tidak berarti apa2 d mata orang-orang yg kau sayangi?

Saat kau mencoba melakukan sesuatu yang baik untuk seseorang, namun d luar dugaanmu terjadi sesuatu karena apa yang kau lakukan, kemudian dia tidak memberimu ruang untuk menjelaskan semuanya, bahkan mengguyurmu dengan tuduhan2 tak beralasan?

Jika jawabanmu pernah,
maka tersenyumlah kawan..
Tersenyum?
Ya..
Tersenyum.. Gampang kan?

Sebab kau adalah pemenang..

Dengan senyummu kau dapat memperluas ruangan yang ada di dadamu..

Dengan senyummu kau dapat memahami arti perjuangan..

Dengan senyummu kau belajar menjadi dewasa..

¤ myroom ¤

Give, give, and give

Inilah salah satu keindahan ajaranNya

I
S
L
A
M

^_^

Give, give, and just give…

Memberi,
Memberi
dan
Hanya memberi…

Tidak ada kata
Take and Give

Karena,

Dalam kamus Take and Give berlaku :
1. kamu kasi 1000, kamu dapat 1000 juga
2. kamu hanya mendapat sesuatu dari orang yang kamu beri terlebih dahulu
3. kamu sering sakit hati karena terkadang orang yang kamu beri tak tahu diri
4. di saat kamu tidak lagi bisa memberi, jangan harap kamu akan menerima sesuatu
5. kamu tidak punya teman, karena setelah kamu memberi, kamu harus menerima sesuatu, karena tak tahan, temanmu pergi…

Tapi,

Dalam kamus Give, give, and give berlaku :
1. kamu kasi 1000, kamu dapat ~ x 1000 ( tak terhingga x 1000 = berapa ya…? sangat banyak !!!)
2. kamu memperoleh balasan atas apa yang kamu beri dari siapa saja dan dimana saja
3. kamu adalah orang yang paling kaya dan bahagia… karena yang kamu harapkan hanya balasan dari Sang Pencipta… So? kamu tidak pernah kecewa atau bersedih hati
4. di saat kamu tidak lagi bisa memberi, kamu akan tetap menerima sesuatu dari jalan yang tidak kamu sangka-sangka
5. temanmu ada dimana-mana… sebab keceriaan selalu terpancar dari keikhlasanmu, jadi mereka tidak ragu berteman denganmu…

Mau pilih yang mana???

Pilihan ada di tanganmu sobat
^_^

Just,

Give,
Give,
and
Give…

* Moro Net*
*18.03 WIB*

Saat Harapan = 0

Kawan,
bukankah kita selalu berharap bahwa orang tua dapat menjadi seseorang yang akan mengayomi kita semaksimal mungkin? Tempat kita berdiskusi tentang apa saja… Tempat kita dapat dimengerti… Tempat kita belajar kebijaksanaan… Namun, apakah itu semua dapat terwujud? Ternyata terkadang tidak… Orang tua tetap saja manusia yang memiliki keterbatasan… Disanalah kita belajar memaafkan.. dan kedewasaan…

Kawan,
bukankah kita berharap bahwa saudara/i kita (kakak/adik) akan dapat menemani dan mewarnai hari-hari kita? Setidaknya di saat kita membutuhkan sosok mereka.. Tempat kita berbagi cerita, canda tawa, dan duka lara… Akan tetapi, harapan itu juga terkadang tidak dapat terwujud. Karena mereka juga manusia yang tak luput dari kekurangan…

Kawan,
pernahkah kita berharap bahwa di saat keluarga tidak dapat berada di samping kita, dia dapat menemani? sosok yang sering kita panggil dengan sahabat. Sosok yang dapat memahami kita lebih dari teman lainnya… Sosok yang dapat melihat kita dari sisi lain.. Sosok yang sering hadir saat suka maupun duka.. Rupanya sosok itu juga tidak dapat memenuhi harapan kita.. karena sekali lagi, dia juga manusia… yang tentu juga mempunyai kelemahan…

Kawan,
Ternyata, tidak ada seorang pun yang selalu ada atau dalam satuan waktu tertentu dapat berada disamping kita
Tidak ada kawan…
Bahkan di saat kita sangat membutuhkannya
Siapapun mereka…
Orangtua, saudara, sahabat…
Atau siapapun yang ada dalam kehidupan kita…

Sakit? Tentu…
Kecewa? Pasti…
Lalu?
Apakah kita akan membiarkan diri kita berlarut-larut dalam kesakitan dan kekecewaan itu ???

Apakah kita tidak mau membuka mata dan hati bahwa saat kita berharap seujung kuku saja kepada salah satu dari mereka, maka di saat yang sama kita telah menanam benih-benih kekecewaan yang akan kita semai dalam jangka waktu yang tidak lama…
Disinilah Kawan…
Disinilah saat harapan = 0

Jadi?
Kita semua sudah tahu jawabannya…

Cukuplah Sang Pencipta
Tempat kita menyerahkan segalanya,,,
Apapun nama harapan itu…
Dan dalam keadaan apapun…
Suka ataupun duka..

Karena hanya DIA
hanya Dia kawan…
Satu-satunya zat yang tidak memiliki unsur kekecewaan

* myRooM 250110*
*07.00 WIB*

HIdup Baru

Tepat tanggal 30 november 2009,

Kakakku (saudara nomor tiga) melepas status bujangnya,

Akad nikah diselenggarakan di Payakumbuh, Sumbar

Bertempat di Mesjid Nurul Jihad.

Aku sangat bersyukur,

Dapat menyaksikan langsung pengukukan janji suci itu,

Dalam ikatan yang syar’i.

Acaranya dimulai setelah sholat zuhur

Alhamdulillah, tidak ada aral yang melintang

Acara berjalan lancar hingga selesai.

Ternyata, menghadiri akad nikah itu asik ya, he… *dijitak*

Karena di dalamnya ada tausiah pernikahan yang berguna tidak hanya

untuk kedua pengantin, tapi juga buat yang hadir…

Ni salah satunya,

“pernikahan itu menyempurnakan separuh agama”

Duh, jadi kepengen neh… he…

Bagaimana denganmu sobat ???

Previous Older Entries Next Newer Entries