Perang Jiwa

Oleh : Hardes Swastika

 

Dada ini sesak kala kau tikam

Tinggalkan sajak-sajak sesal, dan

bangkai-bangkai nama di mata insan,

juga corengan kelam di tebal muka

Duniaku jadi kusam dan muram

 

Kau masih tak puas

Seringai licikmu terus terbingkai,

Mata khianatmu tetap terpantul,

Terus hujani jiwaku

Hingga tak bernyawa

 

Cukup! Ini hidupku, ini milikku

Sang Pemilik Semesta tlah titipkan semua

Hentikan ulahmu!

Aku kan pergi detik ini jua

Mengembara ke jalanNYA

 

Kamarku, 30 November 2008

11.50 WIB

 

 

Buyung Mencuci Noda

Buyung, noda itu takkan hilang

Jikalau kau basuh dengan air jerami

Atau air di parit istanamu

Bahkan dengan air teh, kopi, atau sirup sekalipun

Noda itu akan semakin kelabu, Nak

 

Ada satu air, Buyung

Tuk bersihkan noda-noda di dadamu itu

Air mata Nasuha, Nak

Tak mudah kau raih

:  Hanya ada padaNYA

 

Buyung, berjalanlah…

Mencari hulu mata air itu

Jika tak jua kau temukan

Menangislah di pangkuanNYA, Nak

Dan katakan segalanya

 

 

Kamarku, 27 November 2008

23. 49 WIB