NIkah

nikah adalah sebuah pintu,

nikah? adalah lembaran baru hidup manusia,

nikah! adalah sebuah amanah

nikah… adalah sebuah ibadah yang menyenangkan

ini bagiku, lumayan untuk menambah semangat keĀ  arah sana šŸ™‚

sobat pasti heran, kenapa swastika menulis tema yang agak dewasa ini.

jawabannya sederhana saja. karena, hari ini – beberapa menit yang laluĀ  – aku menghadiri resepsi pernikahan ex.MR ku di kediamannya. beliau tampak anggun sekali dengan pakaian pengantin yang syar’i. jadi kepengen neh… he.

pancaran kebahagiaan tergurat dalam senyumnya yang pasti beda dari hari-hari sebelumnya.

beliau telah menemukanĀ  temanĀ  hidupnya. teman hidup yang menurutku insyaALLAH memiliki tujuan yang sama.

dan,

kapal kehidupan mereka tentu saja akan dilabuhkan di sana… di jannnahNYA,

coz nahkodanya pake jenggot c… he5Ā  *ngarang*

sekali lagi,

selamat menempuh hidup baru untuk uni-ku tercinta…

semoga menjadi keluarga yang sakinah

(Amin)

Sudahkah Anda Memaafkan Diri Sendiri?

pernahkah kita sadari bahwa kita sering menyalahkan diri sendiri

bahkan, terkadang kita lebih mudah memaafkan orang lain…

pendapat yang mengatakan : introspeksi diri itu penting , memang benar.

akan tetapi, coba perhatikan lagi : kata kuncinya bukan menyalahkan diri kan!

Menurut Tarbawi, setidaknya ada 3 hal yang harus diperhatikan dalam memaafkan diri :

1. maafkan diri akan sesuatu yang sudah digariskan kepada kita

contohnya, kita terlahir sebagai wanita. nah, itu berarti bukan salah kita kan? hal itu adalah kehendak Sang Pencipta, yang pasti terbaik bagi kita

2. maafkan diri, jika kegagalan, kesalahan, atau kecelakaan itu disebabkan oleh orang lain

misalnya, kita mendapat perlakuan kejam, seperti saudara-saudara kita di palestina. mereka tidak pernah minta dijajah, namun Israel sendiri yang datang merampas tanah air mereka

3. maafkan diri kita saat sudah berusaha semaksinal mungkin, namun hasilnya GAGAL

hasil memang penting…

namun tahukah kita bahwa Sang Pencipta di atas sana mengutamakan usaha, bukan hasil

sekeras dan sejauh apa usaha itu dalam mendapatkan hasil…

selain itu,

bukankah kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda?

truz, buat apa putus asa?

so, mari belajar memaafkan diri sendiri… šŸ™‚