Apakah Kamu Lelaki Sejati?

Beberapa hari yang lalu, saya mendapat sebuah cara baru (yang sangat mudah) untuk membedakan

mana lelaki sejati dan yang mana yang bukan.

Begini caranya :

Jika Anda bepergian dengan angkot, pilihlah yang cukup penuh dan bangku serapnya kosong.Lalu, jangan pilih duduk di bangku serap tersebut.

Pada saat bangku itu diisi oleh salah satu kaum Adam, amatilah untuk sementara waktu.

Nah, pada saat angkot berhenti untuk menaikkan seorang wanita, amati lagi dengan serius (laki-laki yang duduk di bangku serap tadi). Jika dia turun lalu mempersilahkan wanita tadi duduk duluan di bangku serap, dan dia di bagian luarnya (menghadap ke jalan), maka menurut asumsi saya, laki-laki bertipikal seperti itu dapat digolongkan lelaki sejati.

Jika dia malah menggeser duduknya dan sang wanita yang duduk di sebelahnya, maka laki-laki ini dapat digolongkan kurang “gentlemen”.

Inilah sedikit hasil studi saya tentang Humanity 🙂

Advertisements

Akhirnya…

TA ku sampai di pembimbng II

Alhamdulillah, ada rasa lega di dada ini

jalan yang aku anggap buntu

ternyata sudah didapatkan celahnya

jadi, tambah semangat neh…

sobat juga ya…

teruz berusaha menggapai cita-cita

Special Sunday : Pernikahan Keluarga

hari minggu (kemaren/24 mei) adalah hari istimewa,
coz hari itu adalah pernikahan keluargaku dengan keluarga calon istri kakakku (saudaraku yang ketiga)
begitulah istilah adat Pariaman (Sumbar)
sebelum pernikahan antara mempelai, keluarganya nikah duluan
he…
aku sering geli mendengar istilah itu
so,
di momen ini, kedua keluarga menentukan :
1. teknis pernikahan (secara calon kakak iparku orang Payakumbuh – yang adatnya sangat berbeda dengan adat kami)
2. waktu akad nikah (tanggal, bulan, dsb)
3. waktu resepsi pernikahan

well, acaranya seru banget….
jadi kepengen nehhh
(he…)

pelajaran moral (andrea banget… 🙂 )yang aku dapat :
1. segala hal yang halal di dunia ini begitu menyenangkan…
2. terbukti keanekaragaman yang ada di dunia ini adalah rahmat
3. perbedaan budaya merupakan kekayaan bangsa indonesia…

Ganbatte ne…
^_^

Takut

kenapa ya

saat aku sudah di tahun 4 perkuliahanku

tiba-tiba aku jadi sedikit takut

menghadapi masa depan…

kata temanku, namanya pesimis

entahlah…

aku takut gagal

that’s all

but,

aku tidak bisa berhenti dunk

ganbatte ne…

masa’ aku kalah sama aya

he…

smangat !!!

dimana ada kemauan

disitu ada jalan…

1 Liter Air Mata

Begitulah translete langsung dari judul film Jepang yang dipromosikan oleh temanku itu

Kalo bahasa asli Barrack Obama : 1 Litres of tears

aku udah menamatkan film yang satu ini,

11 disc …

apalagi film ini : Based On the true sTory

jujur neh…

kalo tears ku dikumpulkan saat nonton, mungkin memang 1 liter

he7

(mungkin…)

namun,

the most impotant is

aku dapat banyak pelajaran dari film ini

1. betapa besar nikmat sehat itu

    serius lho…

    di film ini, seorang anak berumur 15 tahun , bernama Aya

    divonis sakit Spinocerabellar Degeneration (SCD)

    padahal dia adalah salah satu anak yang cemerlang di sekolahnya :

  • ketua paduan suara kelas
  • jago basket
  • pintar
  • cute
  • baek
  • rajin
  • dll

penyakit itu menyebabkan kemampuannya menurun dari hari ke hari,

dia tidak bisa berjalan, tidak bisa bicara dengan normal, … (udah ya, sedih membahasnya)

singkat cerita, dia berharap seandainya dia sehat dia ingin berlari, belajar, n bekerja

secara bebas, sesuai keinginannya…,

begitu besar harapannya untuk normal dan sehat

dia ingin melakukan sesuatu…

di titik ini, aku sadar bahwa

aku dan masih banyak lagi orang-orang di dunia ini

yang telah, sedang, dan akan menyia-nyiakan kesempatan hidup yang cuma sekali ini saja..

so, stop it now !!!

2. Cinta Suci dan Cinta duniawi

  di film ini begitu jelas perbedaan kedua cinta ini

 betapa cinta yang suci dapat menerima kekasihnya apa adanya

sehat atau sakit

berjaya atau tidak

berprestasi atau tidak

… dst

aku jadi mikir, kalo cinta suci itu naik setingkat lagi

akan menjadi cinta karena Ilahi

wow… akan menjadi indah dan abadi

sampai ke surga lagi

3. terbukti : kasih ibu sepanjang jalan…

     sang ibu lah yang tak lelah merawat  aya

   dan terus menyemagatinya

   hingga dia passed away

 

anyway,

ganbatte ne

(lakukan yang terbaik!)