Thanx Ya Mas

Kemarin, tepatnya hari Sabtu, 6 Desember 2008 sekitar pukul 8 malam lewat, ada satu peristiwa yang harus kucatat dalam hidupku.

Begini ceritanya, adikku mengajak ke dokter THT (telinga-hidung-tenggorokan) karena kedua telinganya kayaknya bermasalah. Aku jawab oke. Setelah magrib, kami berangkat. Sampai di sana, daftar dulu kan, trus ngantri. Syukur banget kemarin nunggu antriannya cuma 2 orang. Jadi bisa pulang cepat. Abis itu, otomatis ke apotik untuk beli obat yang udah diresep sama pak dokter. eh, tau-tau kena 97.000 Rupiah! bukan hanya adekku yang kaget, aku juga dunk (wong cuma bawa duit pas-pasan). Terus aku bilang dulu, “ntar aja obatnya kami ambil ya, mau ke atm dulu”. Padahal atmku ketinggalan di rumah (sengaja kutinggalkan maksudnya).

Kami pun menuju ke parkiran, siap2 pulang (untuk menjemput uang atau atm). Baru kira-kira 200 m dari praktek dokter itu, eh mobil mati. Gasnya blong! Ya ALLAH… aku kaget + bingung. Jalanan sepi, gelap, dan meskipun mobil banyak yang lewat, tapi ya lewat aja. Mau telpon, pulsa gak ada. Ya udah, aku turun dan cari wartel. Eh di sekitar sana gak ada wartel, yang ada cuma di dekat praktek dokter tadi (maklum dah malam, jadi banyak wartel yang tutup), itupun juga harus jalan dulu beberapa meter lagi. Aku balik lagi ke mobil -yang lagi bermasalah- dan bilang kita harus ke wartel berdua. Aku gak mau meninggalkan adekku seorang diri (tepatnya aku gak mau jalan sendiri sekitar 1 kiloan dengan jalan yang lumayan gelap dan sepi (secara aku kan cewek).

Ternyata adekku yang jarang iseng ini berkata tanpa dosa, “kita sms ni pit (saudara perempuanku yang nomor dua dari 5) aja, pulsaku masih ada buat 1 sms lagi”. “Sopan banget kamu!” (dalam hati). Aku udah kesana kemari cari wartel di sekitar sana (dekat kantor pos), eh dia baru bilang kalo pulsanya masih bisa sms (meskipun satu) . Ya udah, aku yang sms Uni (panggilan orang padang untuk kakak perempuan) lewat HP dia. Dengan singkat dan padat, aku cerita bahwa mobil kita mogok di depan perempatan jalan ke pasar raya, di depan BRI Pusat kota Padang. “Tolong bilang ke papa and jemput kami ya”.

Beberapa menit kemudian mama nelpon. Menyabarkan kami dengan berkata “bentar lagi papa datang”. Aku jadi lebih tenang. Tak lama setelah itu, papa memang datang (wajib kan?). Trus coba2 cek mesinnya, lalu bilang, “mobilnya dorong ke depan dulu” (biar gak mengganggu jalan kali ya). Nah, karena kami cuma bertiga, otomatis yang dorong di bagian belakang, aku (yang notabene seorang cewek) dan papaku dunk (gak mungkin aku biarin papa dorong sendiri). Adekku di belakang stir, biar mobilnya terkontrol. Maklum, lagi di jalan raya. Saat itulah, seorang cowok (cukup keren menurutku) mengenakan baju orange datang dengan motornya (ehm…ehm – kayak di sinetron aja ya). “Mobilnya rusak ya”, tanya cowok baik yang ternyata bernama Rudi. Singkat cerita, dia nelpon kakak laki-lakinya yang bisa service mobil.

Sambil menunggu kakaknya memperbaiki mobil, kami cerita-cerita. Gak disangka dia juga kuliah di Unand (politeknik) jurusan teknik komputer. Sampingannya : Ngajar di SMEA Nasional Padang. Wah, keren… Tak lupa juga kami tukaran nomor telpon. Dengan berbagai alasan tentu. Salah satunya : dia bilang SMEA tempat dia ngajar lagi butuh guru Matematika (secara aku jurusan math), tapi sayang aku belum tamat, sekarang lagi semester 7. Ya udah, aku bilang aja, “ntar kalo dah tamat, kasi tau infonya ya” (hehehe).

Cukup lama kami (aku dan rudi) menunggu kakaknya , papaku, dan adekku (yang juga seorang cowok) mengotak-atik mobil. Tapi sayang si mobil belum juga mau sehat. Kakak rudi akhirnya angkat tangan. Berhubung, 1. hari semakin larut, 2. alat2 untuk memperbaiki mobil gak ada, 3. capek (mungkin). Papaku juga gak bisa berbuat apa-apa. Setelah saling berterima kasih, Rudi menawarkan mengantarku pulang dengan Mionya. Tapi, papaku bilang gak usah aja (ntar repotin kan…!). Akhirnya papa yang ngantar aku pulang. Adekku yang udah kelas 3 SMA itu (udah sabuk biru juga di karate) yang jaga mobil di tepi jalanan yang lumayan tambah sepi dan gelap karena lagi mati lampu (kasihan…) .

Sesampai di rumah, papa balik lagi ke TKP, tapi sebelumnya cari temannya dulu, yang profesinya montir. Tak diduga beberapa menit setelah papa pergi, eh si Yuda (adekku itu) datang dengan sang mobil. Lho? dia jawab, “setelah semua pulang (termasuk Rudi and brother), aku malas tinggal sendiri, ya udah aku coba-coba lagi, eh bisa jalan tu mobil, sampai deh”. Syukurlah… tapi papa mana? tanyaku, “Gak tau, mungkin kami berselisih di jalan”, jawabnya.

Selang beberapa menit kemudian, papa juga nongol. Kok bisa? pasti begitu pikirnya. Yuda meenjelaskan lagi. Akhirnya, Alhamdulillah semuanya dan si mobil selamat sampai di rumah. Thanx ya Rudi. Thanx ya bg (aku lupa nanyain nama abang – maap bang). Mudah-mudahan Rudi and brother mendapat balasan yang berlipat ganda dariNYA

Sekali lagi, thanx ya Rudi ^_^

Advertisements

7 Comments (+add yours?)

  1. Rumah Pulsaku
    Nov 27, 2009 @ 05:39:26

    Nice article, salam kenal ya 🙂

    Reply

  2. hardes swastika
    Jan 06, 2009 @ 16:36:59

    @ Duto :
    Hehehehe
    gak juga mas
    nomor telp nya dah dapet kok

    Reply

  3. Duto
    Jan 03, 2009 @ 07:40:36

    Yang saya heran, inti dari semua cerita itu malah Rudi ya? Hehehe, bilang trims-nya kok sepertinya mesra banget. Soal nasib adek yang sakit sepertinya malah kelupaan… Oh Rudi….
    Nomer teleponnya berapa ya? Pasti deh sekarang sudah hafal di luar kepala ya (-!-)

    Salam kenal.

    Reply

  4. Semut
    Dec 22, 2008 @ 02:47:49

    Allah selalu menolong hamba-Nya dengan cara yang aneh…

    Reply

  5. hardes swastika
    Dec 06, 2008 @ 15:19:04

    pertolongan ALLAH itu memang dekat

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: