Perang Jiwa

Oleh : Hardes Swastika

 

Dada ini sesak kala kau tikam

Tinggalkan sajak-sajak sesal, dan

bangkai-bangkai nama di mata insan,

juga corengan kelam di tebal muka

Duniaku jadi kusam dan muram

 

Kau masih tak puas

Seringai licikmu terus terbingkai,

Mata khianatmu tetap terpantul,

Terus hujani jiwaku

Hingga tak bernyawa

 

Cukup! Ini hidupku, ini milikku

Sang Pemilik Semesta tlah titipkan semua

Hentikan ulahmu!

Aku kan pergi detik ini jua

Mengembara ke jalanNYA

 

Kamarku, 30 November 2008

11.50 WIB

 

 

Advertisements

1 Comment (+add yours?)

  1. ruli zarmi
    Mar 08, 2009 @ 02:57:17

    aslm…wrwb,
    terkadang kita sbg manusia memang lebih banyak menderita daripada merasakan indah & nikmatnya dunia,,dmn lisan kita menjadi kaku dan terkunci untuk mungutarakannya secara langsung tempat kita mengadu…..

    sungguh ironis memang…
    mungkin dgn goresan itulah kita baru bisa puas tuk ungkapkan & lampiaskan smua isi hati…tuk didengarkannya….

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: